Satu wajah yg selalu bayangiku.
Buat kegelisahan dlm setiap nafasku.
Sisakan rasa yg amat aneh dihatiku.
Yang sulit kumengerti oleh pikirku.
Entah sampai kapan dia siksa aku.
Kelembutan senyumanmu.
Kemerduan suaramu.
Keanggunan bayang wajahmu.
Sesuatu rasa yg goncangkanku.
Ketenangan yg berganti keterusikan.
Oleh bayangmu yg buatku terdiam.
Merasakan sapaan dari khayalanmu.
Ya Allah apa yg sedang aku rasakan.
Gilakah aku? Bodohkah aku?.
Berdosakah aku jika harus kujalani.
Kubukakah atau kututupkah.
Mungkinkah dia yg membuka hatiku.
Dari ketertutupan gelapnya cinta.
Memberikan sinar kehangatan.
Yang selalu aku dambakan.
Tapi sekejap kau terhilang.
Terganti sebuah kesunyian.
Hingga kutersadar dari lamunan.
Bayangmu....hanya itu yg aku ingat..
Buat kegelisahan dlm setiap nafasku.
Sisakan rasa yg amat aneh dihatiku.
Yang sulit kumengerti oleh pikirku.
Entah sampai kapan dia siksa aku.
Kelembutan senyumanmu.
Kemerduan suaramu.
Keanggunan bayang wajahmu.
Sesuatu rasa yg goncangkanku.
Ketenangan yg berganti keterusikan.
Oleh bayangmu yg buatku terdiam.
Merasakan sapaan dari khayalanmu.
Ya Allah apa yg sedang aku rasakan.
Gilakah aku? Bodohkah aku?.
Berdosakah aku jika harus kujalani.
Kubukakah atau kututupkah.
Mungkinkah dia yg membuka hatiku.
Dari ketertutupan gelapnya cinta.
Memberikan sinar kehangatan.
Yang selalu aku dambakan.
Tapi sekejap kau terhilang.
Terganti sebuah kesunyian.
Hingga kutersadar dari lamunan.
Bayangmu....hanya itu yg aku ingat..
No comments:
Post a Comment